Purawisata: Dangdut yang Anti Cemberut

Saya belum pernah datang ke konser dangdut. Pernah suatu hari Bagus bilang pada saya bahwa dia ingin pergi ke Purawisata - sebuah taman hiburan di Yogyakarta yang seringkali menggelar pertunjukan dangdut) -  untuk menonton dangdut, pastinya. Maka pernyataannya pun saya dukung 100%. Dan akhirnya kami merealisasikan hal tersebut pada Sabtu (20/10) lalu. Saya dan empat pria lainnya berjanjian ke Purawisata setelah melihat baliho besar bahwa Nita Talia akan datang ke Yogyakarta. 

Sudah hampir pukul 9 saat saya dan Bagus sampai disana. Suasana Purawisata sudah sangat amat ramai sekali. Parkiran motor pun penuh. Kami terpaksa diparkirkan di parkir mobil dan bus. Setelah membeli tiket yang berharga 20.000 rupiah per orang itu kemudian kami masuk ke venue.  

Jadwal harian pentas

Ada om intel, pulisi, dan preman setempat

The Boys (Gufi, Ical, Bokep, Bagus)
Maka sebenarnya malam itu bukanlah konser tunggal dari Nita Talia, melainkan launching album dari Duo Mojang yang satu perusahaan rekaman dengan Nita Talia. Ada beberapa penyanyi dangdut lokal yang mengisi sebelumnya, saya lupa namanya tapi untungnya Gufi menuliskan dua nama opening act-nya di twitter: Tuti Safira dan Maya Tita atau Maya Chicha di twitter Ical. Saya harap ada yang benar. HAHAHA. 



salah satu variasi joget penonton, saya namai Joget Tumpeng. :P

Salah satu opening act, saya suka warna kostumnya.


Belum pernah pergi ke acara dangdut seperti ini membuat saya sedikit takut untuk menyelinap ke barisan yang paling depan dan mengambil foto dari jarak dekat, perasaan was-was itu disebabkan karena hampir kebanyakan orang yang sedang menonton itu sedang mabuk juga tidak adanya pemeriksaan senjata tajam di pintu masuk semakin membuat saya enggan untuk nyelip di tengah kerumunan penonton. Ya walaupun di acara pang-pang an juga kadang seperti itu, tapi saya lebih kenal medan daripada yang ini.

Saya tidak pernah mengira bahwa pergi ke konser dangdut akan banyak hal yang memberikan saya kenikmatan absurd-spiritual. Ya, bayangkan ya di tengah konser: 

"Ya kepada pemilik mobil bak yang berplat nomer AB 98679755 XX harap keluar karena mobilnya terbakar.. Ya sekali lagi kepada pemilik mobil blablabla warna hitam mobilnya terbakar.. terima kasih." kata MC 1

Dan langsung disamber...

"Yak.. peristiwa yang luar biasa! Dan sekarang yang kita tunggu-tunggu........." kata MC 2. 
Men, di luar sana ada mobil terbakar.. di dalem ada orang mabuk sambil joget. Memang benar-benar peristiwa yang luar biasa. Ditambah MC tersebut melakukan satu trik sulap: menelan stand mic diatas panggung sewaktu menunggu si penyanyi datang. Benar-benar wisata absurd luar-dalam.

Akhirnya hampir jam 10 malam yang paling ditungg-tunggu akhirnya keluar juga, yakni Nita Talia unjuk diri di atas panggung bersama Duo Mojang yang terdiri dari Yashinta dan Sucire. Selain menikmati goyangan headbang heboh yang dilakukan ketiganya juga celetukan-celetukan "nakal" pun kerap terlontar dari bibir sang biduan. Saya senyum-senyum sambil mengambil foto sebisanya dari atas, disamping tempat Pak Video Dokumentasi berada. 

"Sudah panas belum? Aku udah keringetan nih.. Ada yang mau ngelapin nggak?" Nita Talia.

(Untungnya) Mereka tidak sedang bertengkar, mereka hanya joget bersama.




"Ada yang mau diajarin joget? Aku nyari yang single, yang berani naik kesini buat kuajarin joget!" Nita Talia

WOOOHOOOOOOOOOO!!
Beberapa judul lagu dimainkan seperti ABG Tua dan Pacar Lima Langkah, acara ini akhirnya selesai sekitar pukul 11, kami pulang masing-masing dengan hati tenang. Malam minggu kami puas dihibur bukan hanya oleh penampilan mbak-mbak dengan goyangan dahsyat nan enerjik tersebut, tapi juga saya dengan pengalaman baru menonton acara musik yang seringkali dikesampingkan oleh orang karena dianggap musik kampungan tersebut. Kalian harus mengalami dulu baru bisa berbicara, POKOKE DANGDHUT!!  


Comments

Popular Posts